
S
|
uatu hari seorang gadis remaja cantik terlihat tengah
menangis dibawah pohon apel disebuah taman. Isak tangisnya menggambarkan seolah
hati gadis itu remuk , hancur berkeping-keping. Lalu terlihat seorang bapak
berjalan menuju ke tempat gadis itu. Dan
bapak tadi adalah ayah dari gadis tersebut. Terlihat mereka sedang
bercakap-cakap satu sama lain.
“Ayah, lelaki itu emang gak punya hati ya?”. Ucap gadis itu
yang masih terisak-isak tangisannya.
“Kenapa kau bisa berkata seperti itu nak?”. Timpal bapak
itu.
“Lelaki itu egois! Aku yang selalu memberi perhatian
kepadanya tapi tidak dipilihnya. Sedangkan, wanita lain yang tak kukenal itu
malah dipilihnya. Lelaki itu tak punya hati!”. Ucap gadis itu dengan nada kesal
dan marah.
“Tapi itu memang sudah aturanya nak”. Ucap sang bapak.
“Apa maksud dari perkataan ayah itu? Aku tidak mengerti.”
Jawab sang anak keheranan.
“Begini nak, lelaki itu memang berhak memilih dan
menentukan, sedangkan wanita itu dipilih dan juga menentukan”. Sang anak
menjawab masih dengan perasaan kesal, “Berarti lelaki itu sukanya pilih-pilih
dong? Seenaknya sekali lelaki itu!”. Lalu sang ayah menjawabnya lagi, “Lelaki
memang memilih, tapi bukan memilih seenaknya seperti yang kau kira anakku.
Lelaki memilih lebih untuk mempertimbangkan apakah pasangan hidupnya itu akan
cocok bersamanya atau tidak. Karena setiap wanita itu berbeda, dan setiap
wanita tidak akan selalu cocok dengan seorang lelaki. Jadi tugas lelaki memang
memilih dan menentukan apakah dia bisa mencocokan hidupnya dengan wanita itu
atau tidak. Dan wanita itu dipilih tapi juga menentukan. Seorang wanita bisa
saja dipilih oleh seorang lelaki, sedangkan wanita itu tidak menyukainya, maka
wanita itupun berhak untuk tidak memilihnya”.
“Begitulah
anakku, tidak ada yang egois, semuanya mempunyai hak satu sama lain. Tapi hak
itu harus ditempatkan ditempat yang seharusnya tanpa ada yang tersakiti”.
Selesai sang ayah. Lalu gadis itupun mulai menampakan senyuman dibibirnya
kemudian memeluk sang ayah tanda berterima kasih karena telah memberikan
jawaban atas semua hal yang membuatnya bersedih tadi.

0 komentar:
Post a Comment