|
H
|
ari itu aku datang ke kelasmu, meskipun waktu itu aku tak
menghiraukanmu. Memang waktu itu aku belum menyadari keberadaanmu. Aku hanya
mampir mengobrol dengan teman-temanku dikelasmu. Tapi saat itu juga mataku
seakan tergerak untuk menoleh kearahmu, aku tak bisa menolak, seakan ini adalah
radar yang tak bisa ku menolaknya. Akhirnya aku menatapmu, menatap matamu,
matamu yang indah, tak pernah ku melihat mata seindah itu sebelumnya. Lalu aku
menatap wajahmu, tak kalah indah dari matamu, malahan lebih indah. Aku tak
ingat berapa lama aku menatapku, sampai akhirnya kau juga menatapku. Kita saling
menatap di waktu itu.
Aku telah
memutuskan bahwa aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Tak bisa kujelaskan
kenapa aku bisa jatuh cinta kepadamu secepat itu. Setelah beberapa waktu aku
tahu kalau kau telah menyadari bahwa aku menyukaimu. Tapi kau masih saja dingin
kepadaku, seakan kau memang tak menganggap penting kehadiranku dalam hidupmu. Tapi
nyatanya aku memang menyukaimu.
Sekian
lama aku mengaggumimu, akhirnya kau menyadari keberadaanku. Ku lihat kau
merespon radarku. Dan aku menyadari bahwa kau memiliki rasa yang sama kepadaku
waktu itu. Tapi anehnya kenapa kita hanya saling terdiam seribu bahasa, sampai
akhirnya mungkin kau tak tahan dan menganggapku sudah tak jatuh cinta lagi
kepadamu. Tapi semua prasangkamu salah, aku masih jatuh cinta kepadamu sampai
detik ini.
Lama tak
terbahas, cerita ini mulai memudar, menghilang dikehidupanmu, tapi tidak
dikehidupanku. Aku masih sanggup menunggumu, walau mungkin kau tak hiraukan
lagi. Tapi aku yakin, hatimu itu masih bisa terbuka untuk aku masuk kedalamnya
lagi. Aku sangat yakin akan hal itu. Karena bayanganmu selalu hadir di setiap
detik kehidupanku. Percayalah wahai sang pujaan, aku disini menunggumu dengan
cinta.
Tertanda cinta sejati …
Untuk kau yang merasa …
Sangat benar itulah dirimu …
Maka hadirlah kembali dihidupku.


0 komentar:
Post a Comment