Friday, 28 February 2014

Aku (Masih) Menunggu Hadirmu Dengan Cinta



H
ari itu aku datang ke kelasmu, meskipun waktu itu aku tak menghiraukanmu. Memang waktu itu aku belum menyadari keberadaanmu. Aku hanya mampir mengobrol dengan teman-temanku dikelasmu. Tapi saat itu juga mataku seakan tergerak untuk menoleh kearahmu, aku tak bisa menolak, seakan ini adalah radar yang tak bisa ku menolaknya. Akhirnya aku menatapmu, menatap matamu, matamu yang indah, tak pernah ku melihat mata seindah itu sebelumnya. Lalu aku menatap wajahmu, tak kalah indah dari matamu, malahan lebih indah. Aku tak ingat berapa lama aku menatapku, sampai akhirnya kau juga menatapku. Kita saling menatap di waktu itu.
                Aku telah memutuskan bahwa aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Tak bisa kujelaskan kenapa aku bisa jatuh cinta kepadamu secepat itu. Setelah beberapa waktu aku tahu kalau kau telah menyadari bahwa aku menyukaimu. Tapi kau masih saja dingin kepadaku, seakan kau memang tak menganggap penting kehadiranku dalam hidupmu. Tapi nyatanya aku memang menyukaimu.
                Sekian lama aku mengaggumimu, akhirnya kau menyadari keberadaanku. Ku lihat kau merespon radarku. Dan aku menyadari bahwa kau memiliki rasa yang sama kepadaku waktu itu. Tapi anehnya kenapa kita hanya saling terdiam seribu bahasa, sampai akhirnya mungkin kau tak tahan dan menganggapku sudah tak jatuh cinta lagi kepadamu. Tapi semua prasangkamu salah, aku masih jatuh cinta kepadamu sampai detik ini.
                Lama tak terbahas, cerita ini mulai memudar, menghilang dikehidupanmu, tapi tidak dikehidupanku. Aku masih sanggup menunggumu, walau mungkin kau tak hiraukan lagi. Tapi aku yakin, hatimu itu masih bisa terbuka untuk aku masuk kedalamnya lagi. Aku sangat yakin akan hal itu. Karena bayanganmu selalu hadir di setiap detik kehidupanku. Percayalah wahai sang pujaan, aku disini menunggumu dengan cinta.
Tertanda cinta sejati …
Untuk kau yang merasa …
Sangat benar itulah dirimu …
Maka hadirlah kembali dihidupku.

0 komentar:

Post a Comment

 
;