Wednesday, 5 March 2014

Membunuh gelap



                Kelam, itulah yang kini kurasakan. Dingin, hampa, dan apapun itu, semuanya telah membuatku gelap. Aku terpuruk sendiri disudut kota yang antah-berantah ini. Walaupun dikeramaian kehidupan ini, aku masih merasa sepi yang begitu menyiksa. Belum ada titik terang yang bisa terlihat. Tapi gelap, seakan terus-menerus mengejarku.
                Ketakutan akan diam terus-menerus menghantuiku, yang membuatku merasa seakan aku ini adalah pecundang hina yang terlupakan hadirnya. Usang dan gersang menghiasi setiap detiknya yang membuat duniaku ini semakin gelap saja. Aku ingin sekali membunuh, membunuh gelap ini. Mengambilnya dan menghancurkannya dengan kepalan ini, lalu membuangnya jauh dari keabadian ini. Tapi, apakah itu mungkin? Apakah aku akan menang? Atau aku malah semakin terjerembab dalam kegelapan ini?
                Tapi ketahuilah, bahwa aku tidak sepecundang itu. Setelah aku melihat titik terang itu, aku semakin yakin bahwa keyakinan dalam diri ini lebih hebat dari apapun. Aku sekarang bisa menerobos kegelapan walau hanya dengan setitik cahaya. Teman, tunggu aku disana! Aku akan bebas sekarang.
                Akhirnya aku dapat melihat guratan cekung didepanku, disemua realita yang Nampak. Teman, apakah kau ingin tahu titik terang itu? Kurasa kau sudah tahu jawabannya jika guratan cekung itu kau perlihatkan. Terima kasih cahaya, karena-Mu aku bisa membunuh kegelapan.

2 komentar:

Unknown said...

Fakkar, aku udah bikin blog http://diaryjanah.blogspot.com
visit yaaa, wkwkwk

Unknown said...

mmmh... bagus-bagus. biasanya diary di privasi tapi sekarang diumbar-umbarkan haha. lanjutkan!!!
jangan lupa baca tulisan-tulisan lain diblog ini atau visit http://haqthinking.blogspot.com/

Post a Comment

 
;