“Meskipun itu didunia hitam dan putih.Tak ada kata, tak ada suara.
Hanya berbalut kedamaian yang indah dan tenang”
Dua
insan yang sedang diselimuti cinta itu akhirnya menjalin sebuah hubungan
special. Cinta yang tidak memandang kenyataan tabu dan selalu dihiasi dorongan
semangat untuk mengarungi derasnya ombak kehidupan yang selalu mereka temui.
Pagi
hari di taman yang biasa, dua sejoli itu terlihat sedang bercengkrama dengan
alam sekitar yang begitu indahnya. Percakapan yang satu sama lain saling
melengkapi dengan suara dan isyarat terasa begitu indah dan tenang. Namun
ketenangan itu sirna setelah Polutan kehidupan bertandang dan menyerangsama
seperti biasanya. Terlihat sepasang gadis dan lelaki lain mendekati mereka
sambil melontarkan cacian demi cacian yang sangat mengganggu. Seperti polusi
yang mengotori udara segar di pagi hari.
Terlihat
mata indah Melodi berkaca-kaca, mungkin karena cacian sang polutan tadi.
Setegar apapun Melodi, akhirnya jatuh juga air matanya membasahi pipi merahnya.Disampingnya
terlihat Rama yang menahan amarah kepada pasangan polutan tadi.Namun amarah itu
perlahan sirna setelah tangan Melodi menggenggam erat tangan Rama yang
mengisyaratkan kelembutan hati seorang Melodi yang seakan menyapu amarah dari
hati Rama. Dan amarah pun sirna setelah kepergian sang polutan tadi.
Rama
menggenggam tangan Melodi sambil menatap matanya dalam-dalam sekan meyakinkan
bahwa hubungan ini akan tetap terjaga.
Pagi
hari yang mendung dikamar Rama, terdengar suara handphone berdering tanda
sebuah pesan masuk. Rama pun mengambil handphonenya dan membuka pesan dengan
nama pengirim ialah Melodi.
“Rama sayangku,
maafkan aku telah membangunkan tidurmu di pagi yang mendung ini.Aku ingin
mengatakan suatu hal kepadamu.Bukannya aku lelah dengan hubungan kita, bukannya
aku menyerah dan tak mau berjuang mengarungi lautan kehidupan dengan bahtera
cinta kita bersama.Namun aku tak sanggup melihat seorang yang kusayang selalu
menanggung derita akibat kekuranganku ini.Dunia kita berbeda, aku hidup didunia
hitam yang kelam, sedangkan kau hidup didunia putih yang indah.Aku tak mau
dunia indahmu selalu tersurami oleh kehadiran diriku ini.Sekali lagi maafkan
aku Rama.Tapi aku akan selalu mencintaimu”.
Membaca
pesan Melodi tersebut, hati Rama tak karuan.Dan iapun segera membalas pesan
tersebut.
“Melodi sayangku, apa
maksud dari pesanmu ini?Ungkapan ini tidak menggambarkan dirimu yang selalu
tegar dalam mengarungi ombak kehidupan.Apakah kau tega melihat dunia indahku yang
selalu kau hiasi didalamnya hancur lebur tak bermakna?Apakah kau ingin
begitu?Apakah kau masih ingat dengan janji kita?Bahwa cinta kita adalah cinta
yang selalu mendukung dan menguatkan.Apakah kau sudah lupa dengan semua ini?
Tak peduli seperti apa keadaanmu, tapi kau harus tahu bahwa kaulah yang selalu
sempurnakan hidupku. Ingatlah itu selalu Melodi.Aku akan menemuimu sekarang”.
Setelah
membaca pesan dari Rama, mata Melodi meneteskan air mata entah itu karena
sedih, haru, atau senang karena penjelasan dari pesan Rama.
Terdengar
suara ketukan pintu dari luar kamar Melodi, lalu Melodipun membuka pintu
kamarnya.Terlihatlah sosok orang tua yang mana itu adalah ayah dari
Melodi.Beliau memberitahukan bahwa Rama ada di ruang tamu ingin menemuinya.
Diruang
tamu tengah terduduk dua orang yang terdiam seribu bahasa, tak lain dan tak
bukan adalah Rama dan Melodi. Tak lama Rama pun memulai percakapan.
“Sayang lihat
aku.Apakah kau meragukan kasih sayang dan rasa cintaku kepadamu?Perlu kau tahu,
bahwa aku sudah lama mengagumimu. Tahukah kau bahwa kaulah alasan kenapa aku
sering sekali pergi ke taman itu. Dan perlu kau tahu, berkat keindahanmulah
keberanianku muncul untuk mendekatimu.Dan harus kau tahu, bahwa kaulah yang
selalu mewarnai hidupku”.
Tanpa
berkata-kata, Melodi langsung memeluk erat Rama sambil menteskan air mata
bahagia.Dan tak lama datanglah ayah Melodi menghampiri mereka berdua dan
bertanya.
“Rama, Melodi. Kalian
telah saling mencintai.Seyakin apakah kalian dengan hubungan ini?”
Dengan
optimis dan penuh keyakinan Rama pun menjawab.
“Aku sangat yakin
ayah. Karena aku percaya, bahwa cinta akan tetap hidup sekalipun dalam
Melodrama. Tak ada kata yang bisa diucap, tak ada suara yang bisa
didengar.Hanya sinyal cinta dan radar tulus yang mampu bercengkrama. Dalam keheningan sang Melodrama”.
THE END ...

2 komentar:
karakter pollutan diperkuat lagi :D
Oke siap Guru!
Post a Comment