Saturday, 29 November 2014

MELODRAMA (I)



“Tak ada kata yang bisa diucap, tak ada suara yang bisa didengar”

              
D
i taman yang indah itu, terlhat gadis cantik berkulit putih seputih salju, berambut panjang kemerahan dengan dress berwarna putih bersih bagaikan seorang bidadari terduduk diam di kursi taman berwarna putih pula. Tatapannya melihat kesekitar dan di wajahnya selalu tersirat senyuman karena keindahan yang dilihatnya. Tak jauh disana, dibawah pohon apel, seorang lelaki tampan dengan kemeja birunya terduduk diam dan mencuri-curi pandang kearah sang gadis cantik tadi. Terlihat senyum kagum dari wajah sang lelaki disaat matanya memandangi sosok indah yang sedang terduduk di kursi taman itu. Mungkin tak sedetikpun lelaki itu melewatkan keindahan sang bidadari yang sedang terduduk di kursi taman tersebut.

                Esok hari dipagi itu, masih sama pemandangan di taman itu, yaitu seorang gadis cantik bagai bidadari terduduk dikursi taman yang sama. Dan juga seorang lelaki yang selalu memperhatikan si gadis dari bawah pohon apel. Dari hatinya yang paling dalam, si lelaki ingin sekali berkenalan dengan gadis tersebut, tapi apa daya, nyalinya belum terisi penuh untuk mendekati sosok indah itu. Dan ia masih bertahan dengan merasakannya dari jauh.
                Dihari ketiga masih ditempat yang sama, suasana taman semakin indah dengan kicauan burung-burung di pagi itu. Sang lelaki yang selalu duduk dibawah pohon apel itu terlihat guratan berbeda diwajahnya.Guratan yang selalu cekung kini berubah menjadi guratan cembung. Sambil melihat kearah kursi taman yang selalu diduduki oleh seorang bidadari itu ia berkata.
“Pagi ini masih indah, tapi kemanakah sang sosok indah yang selalu melengkapi pagi-pagi sepertibiasanya?”
Dan benar saja, ternyata sang gadis tidak terlihat disana seperti biasanya. Namun tak lama kemudian datanglah si gadis kearah kursi taman yang biasa ia duduki. Guratan cembung dari wajah sang lelaki itu perlahan-lahan berubah menjadi guratan cekung kembali.
                Seakan ada kekuatan yang merasuki tubuhnya, si lelaki berjalan dengan santainya kearah gadis itu. Dan dia duduk disebelahnyaSi gadis menoleh kearah sang lelaki dan tersenyum. Kemudian dibalaslah senyuman itu oleh sang lelaki. Lalu si lelaki memulai percakapan.
“Pagi yang indah dan juga hari yang cerah.Apakah suasana hatimu seindah hari ini?”
Si gadis hanya terdiam.Lalu si lelaki mengulang kembali perkataannya. Dan sama, si gadis masih saja terdiam. Tak menyerah si lelaki akhirnya menyodorkan tangannya sebagai tanda perkenalan diri, dan akhirnya si gadis menyadarinya dan menjabat tangan si lelaki itu.
“Aku Irama, tapi kau bisa memanggilku Rama. Kamu siapa?” ucap si lelaki.
Si gadis tersenyum dan melakukan gerakan aneh pada tangannya.Gerakan itu terlihat seperti sebuah bahasa isyarat.Si lelaki itu tampak kebingungan, terlihat dari kerutan didahinya. Si gadis tersenyum melihat kebingungan sang lelaki itu dan diapun mengambil sebuah buku catatan kecil dan sebuah pena dari dalam tasnya yang sedari tadi ia kenakan. Ia menuliskan sesuatu di buku catatan kecil itu.
“Hai Rama, aku Melodi. Kamu bingungkan kenapa aku memilih menulis untuk menjawab pertanyaanmu?” tulis sang gadis. Dan dibalas dengan anggukan sang lelaki. Kemudian si gadis melanjutkan tulisannya.
“Jangan kaget ya, dan mungkin kamu takkan menyangka bahwa aku ini adalah seorang gadis yang tuli dan bisu”. Si lelaki terlihat terbengong setelah membaca tulisan sang gadis.
“Apakah kamu masih mau berkenalan denganku setelah mengetahui kenyataan ini?”.Si gadis meneruskan tulisannya.
                Rama melihat kearah Melodi dan tersenyum kepadanya, dan dibalaslah senyuman Rama oleh Melodi.Lalu Melodi meneruskan tulisannya kembali.
“Tenang saja Rama, aku bisa mengetahui apa yang kamu ucapkan.Karena aku bisa membaca gerakan bibirmu”.
“Tak peduli apakah kamu bisa berbicara atau tidak, bisa mendengar atau tidak.Aku tetap senang bisa berkenalan denganmu Melodi”.Balas Rama.
                Merekapun melanjutkan percakapan demi percakapan dengan guratan bahagia pada masing-masing wajahnya.

To be continued …

2 komentar:

Anonymous said...

Ditunggu kelanjutan nya Hehe :-)

Unknown said...

udah ada kok yang bagian 2 nya, dibaca ya :)

Post a Comment

 
;