Halo guys! kali ini gua mau nyeritain kejadian konyol waktu gua masih SMA. kejadian ini gua alamin bareng temen-temen gua pas kelas sebelas, sebelas IPA tiga.
Gak cuman manusia aja yang punya nama, kelas gua juga punya nama bro, namanya STAR alias Science Three's Aktive Resident. Keren kan haha.
Lo udah penasaran kan sama ceritanya? Langsung aja gua ceritain, check this out!
Suatu hari di SMAN 1 Soreang ...
Hari itu karena kelas duabelas udah
selesai UN dan tinggal nungguin hasil kelulusannya. Jadi mereka sekarang gak
perlu sering-sering pergi ke sekolah.Oleh karena itu, banyak kelas kosong
yang nganggur. Jadi, sebagian kelas sebelas di pindahin bangunan kelasnya ke
bangunan kelas bekas kelas duabelas. Lagi-lagi kelas gua yang jadi di pindah
tempatkan. Aih kebiasaan nih sekolah, masa kelas unggulan pindah-pindah terus,
emang kita kaum Nomaden apa? Tapi menurut gua sih kelas yang baru ini lumayan
enak juga, kita jadi punya pemandangan buat dinikmati. Daripada di kelas yang
dulu, pas liat keluar jendela pemandangannya cuman tembok kelas lain -_-“. And
yang lebih penting, kelas gua jadi deketan sama kelasnya si Dewi (Pacar gua pada waktu itu).
Gua
dan anak-anak sekelas mulai mindahin barang-barang dari kelas yang dulu ke
kelas yang sekarang. Dan mulai bersih-bersih kelas baru ini. Kita STAR Ipa Tiga
dengan semangat yang menggebu, siap untuk membersihkan kelas baru ini! *yeeeyy
ciayo!*. lalu gua putar lagunya Nirvana ‘Smell Like Teens Spirit’. Aroma peluh
semangat begitu semerbak mewangi di kelas ini, dan siap membakar semangat yang
lebih besar. Keriangan pun begitu mendominasi jiwa kita. Tapi, keriangan itu
pun mulai berubah menjadi kepanikan disaat salah satu teman gua si Akbar
menjerit seperti nenek-nenek yang mau di perkosa. “Aaarrrggghhhh kecoa!
Kecoa!”, disaat itu pula keadaan kelas mulai panik. Awalnya sih cuman satu atau
dua kecoa yang keluar. Tapi, pas si Ipang ngebuka laci yang ada di meja guru,
kecoa-kecoa pun berlarian kesana-kemari dan beterbangan menyebar di udara. Gua
perkirain kecoa-kecoa itu berjumlah 1.976.365 ekor. Anak-anak cowok mulai
merapatkan barisan, memegang senjata-senjata yang ada kayak sapu, pengki,
sampai anak monyet. Sebelumnya kita sudah mengevakuasi anak-anak dan wanita ke
tempat yang lebih aman, yakni di toilet guru. Kita (anak-anak cowok) pun mulai
berfantasi sendiri, membayangkan melawan monster-monster kecoa yang menyerang
dari Planet Cucungukinoloid. Gua pukul sana pukul sini dan berhasil membunuh
beberapa kecoa, dan begitupun yang lainnya. Tapi, tak lama terdengar
samar-samar suara gaduh di dalam laci meja itu. “Kretak … krrkk … krrtk …”. Dan
tak lama setelah suara rebut itu terdengar, datanglah pasukan kecoa yang lebih
banyak lagi. Gua curiga salah satu dari pasukan kecoa yang kita bunuh tadi
memanggil bala bantuan ke markasnya yang ada di planet Cucungukinoloid.
Kekuatan para monster kecoa itu semakin besar, kita kewalahan menghadapinya. Si Akbar terkepung dengan pasukan monster kecoa itu, dan akhirnya gugur di perang
ini dan menjadi santapan para monster kecoa. Tapi karena kita gak nyerah begitu
aja, kita terus berjuang. Gua sebagai Panglima besar di perang ini,
memerintahkan pasukan untuk mengeluarkan senjata pamungkas, yaitu “Injak pake
sepatu!”. Kita pun menginjak-injak para kecoa itu sambil tak lupa mengeluarkan
teriakan semangat kita yang lebih terdengar kayak jeritan banci yang lagi di
kejar satpol PP.
Keadaan
kelas pun hening, asap kekacauan ngebul dimana-mana, Diyas tak lagi minum
minyak tanah. Keadaan saat itu sungguh kacau, mayat-mayat kecoa tergeletak
dimana-mana. Gua terbangun dengan sedikit pusing di kepala akibat ngerjain soal
remedial matematika kemarin. Gua bangunin temen-temen gua yang lain.
“Kawan-kawan
bangun! Perang telah berakhir, kita menang!”. Teriak gua dengan semangat dan
rasa haru.
Semenjak
kejadian itu, telah tercatat bahwa hari itu di peringati sebagai ‘STAR
Massacre’, tragedi pembantaian kecoa terbang di Ipa tiga.
Satu
jam setelah kekacauan itu, kondisi kelas pun mulai membaik kembali. Dan karena
bel istirahat udah bunyi, gua sama anak-anak pergi ke kantin dan membeli seblak
somaynya si Bunda kantin.
¨
KamuSukasuka
Cucunguk--Kecoa (dalam basa
Sunda): Binatang kecil berbahaya yang paling di takuti. Coba aja masukin
kecoa kedalam bajunya Iko Uwais, meskipun dia Pesilat Pro tetep aja bakal
lari kocar-kacir.
Cucungukinoloid:
Planet yang isinya para Monster Kecoa. Diperkirakan jarak dari planet Bumi
sekitar 1.000.000.000 tahun cahaya.
|

3 komentar:
kamu punya pacar namanya Dewi, Kar? yang mana?
punya rez dia ade kelas, pacaran pas kls 11 sampe 12. klik aja namanya nanti ada fb-nya.
http://jessystories.blogspot.com/2015/03/sehebat-apapun-laki-laki-jika-liat.html
Post a Comment