Thursday, 5 March 2015

STAR Massacre: Tragedi Pembantaian Kecoa Terbang di Ipa Tiga


Halo guys! kali ini gua mau nyeritain kejadian konyol waktu gua masih SMA. kejadian ini gua alamin bareng temen-temen gua pas kelas sebelas, sebelas IPA tiga.
Gak cuman manusia aja yang punya nama, kelas gua juga punya nama bro, namanya STAR alias Science Three's Aktive Resident. Keren kan haha.
Lo udah penasaran kan sama ceritanya? Langsung aja gua ceritain, check this out!

Suatu hari di SMAN 1 Soreang ...
Hari itu karena kelas duabelas udah selesai UN dan tinggal nungguin hasil kelulusannya. Jadi mereka sekarang gak perlu sering-sering pergi ke sekolah.Oleh karena itu, banyak kelas kosong yang nganggur. Jadi, sebagian kelas sebelas di pindahin bangunan kelasnya ke bangunan kelas bekas kelas duabelas. Lagi-lagi kelas gua yang jadi di pindah tempatkan. Aih kebiasaan nih sekolah, masa kelas unggulan pindah-pindah terus, emang kita kaum Nomaden apa? Tapi menurut gua sih kelas yang baru ini lumayan enak juga, kita jadi punya pemandangan buat dinikmati. Daripada di kelas yang dulu, pas liat keluar jendela pemandangannya cuman tembok kelas lain -_-“. And yang lebih penting, kelas gua jadi deketan sama kelasnya si Dewi (Pacar gua pada waktu itu).

Gua dan anak-anak sekelas mulai mindahin barang-barang dari kelas yang dulu ke kelas yang sekarang. Dan mulai bersih-bersih kelas baru ini. Kita STAR Ipa Tiga dengan semangat yang menggebu, siap untuk membersihkan kelas baru ini! *yeeeyy ciayo!*. lalu gua putar lagunya Nirvana ‘Smell Like Teens Spirit’. Aroma peluh semangat begitu semerbak mewangi di kelas ini, dan siap membakar semangat yang lebih besar. Keriangan pun begitu mendominasi jiwa kita. Tapi, keriangan itu pun mulai berubah menjadi kepanikan disaat salah satu teman gua si Akbar menjerit seperti nenek-nenek yang mau di perkosa. “Aaarrrggghhhh kecoa! Kecoa!”, disaat itu pula keadaan kelas mulai panik. Awalnya sih cuman satu atau dua kecoa yang keluar. Tapi, pas si Ipang ngebuka laci yang ada di meja guru, kecoa-kecoa pun berlarian kesana-kemari dan beterbangan menyebar di udara. Gua perkirain kecoa-kecoa itu berjumlah 1.976.365 ekor. Anak-anak cowok mulai merapatkan barisan, memegang senjata-senjata yang ada kayak sapu, pengki, sampai anak monyet. Sebelumnya kita sudah mengevakuasi anak-anak dan wanita ke tempat yang lebih aman, yakni di toilet guru. Kita (anak-anak cowok) pun mulai berfantasi sendiri, membayangkan melawan monster-monster kecoa yang menyerang dari Planet Cucungukinoloid. Gua pukul sana pukul sini dan berhasil membunuh beberapa kecoa, dan begitupun yang lainnya. Tapi, tak lama terdengar samar-samar suara gaduh di dalam laci meja itu. “Kretak … krrkk … krrtk …”. Dan tak lama setelah suara rebut itu terdengar, datanglah pasukan kecoa yang lebih banyak lagi. Gua curiga salah satu dari pasukan kecoa yang kita bunuh tadi memanggil bala bantuan ke markasnya yang ada di planet Cucungukinoloid. Kekuatan para monster kecoa itu semakin besar, kita kewalahan menghadapinya. Si Akbar terkepung dengan pasukan monster kecoa itu, dan akhirnya gugur di perang ini dan menjadi santapan para monster kecoa. Tapi karena kita gak nyerah begitu aja, kita terus berjuang. Gua sebagai Panglima besar di perang ini, memerintahkan pasukan untuk mengeluarkan senjata pamungkas, yaitu “Injak pake sepatu!”. Kita pun menginjak-injak para kecoa itu sambil tak lupa mengeluarkan teriakan semangat kita yang lebih terdengar kayak jeritan banci yang lagi di kejar satpol PP.

Keadaan kelas pun hening, asap kekacauan ngebul dimana-mana, Diyas tak lagi minum minyak tanah. Keadaan saat itu sungguh kacau, mayat-mayat kecoa tergeletak dimana-mana. Gua terbangun dengan sedikit pusing di kepala akibat ngerjain soal remedial matematika kemarin. Gua bangunin temen-temen gua yang lain.
            “Kawan-kawan bangun! Perang telah berakhir, kita menang!”. Teriak gua dengan semangat dan rasa haru.
            Semenjak kejadian itu, telah tercatat bahwa hari itu di peringati sebagai ‘STAR Massacre’, tragedi pembantaian kecoa terbang di Ipa tiga.
            Satu jam setelah kekacauan itu, kondisi kelas pun mulai membaik kembali. Dan karena bel istirahat udah bunyi, gua sama anak-anak pergi ke kantin dan membeli seblak somaynya si Bunda kantin.
¨
KamuSukasuka
Cucunguk--Kecoa (dalam basa Sunda): Binatang kecil berbahaya yang paling di takuti. Coba aja masukin kecoa kedalam bajunya Iko Uwais, meskipun dia Pesilat Pro tetep aja bakal lari kocar-kacir. 
Cucungukinoloid: Planet yang isinya para Monster Kecoa. Diperkirakan jarak dari planet Bumi sekitar 1.000.000.000 tahun cahaya.

3 komentar:

Anonymous said...

kamu punya pacar namanya Dewi, Kar? yang mana?

Unknown said...

punya rez dia ade kelas, pacaran pas kls 11 sampe 12. klik aja namanya nanti ada fb-nya.

Unknown said...

http://jessystories.blogspot.com/2015/03/sehebat-apapun-laki-laki-jika-liat.html

Post a Comment

 
;